SUARA CYBER NEWS

Sabtu, 08 Agustus 2026

Siswa SMKN 1 Gondang Patah Tulang Usai Ditegur Guru BK


NGANJUK, -  Seorang siswa SMKN 1 Gondang, Kabupaten Nganjuk, mengalami patah tulang pada bagian lengan setelah terjatuh saat ditegur guru Bimbingan dan Konseling (BK), Senin (3/8/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat jam pelajaran berlangsung. Siswa bersama sejumlah temannya diketahui berada di luar kelas sebelum kemudian didatangi guru BK.

Informasi yang beredar menyebutkan, sempat terjadi kontak fisik sebelum siswa tersebut terjatuh. Salah seorang saksi bahkan menyebut siswa sempat dipiting dan dibanting.


Rido, selaku Humas SMKN 1 Gondang, mengatakan tidak ada tindakan membanting terhadap siswa. Menurutnya, guru BK hanya memegang tangan siswa ketika hendak meninggalkan lokasi.

“Yang benar, oknum BK tersebut hanya memegang tangan siswa. Saat itu siswa kaget dan terjatuh, hingga akhirnya mengalami patah tulang,” ujar Rido saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Rido menjelaskan, kejadian bermula ketika sejumlah siswa keluar kelas saat jam pelajaran dan tidak segera kembali. Guru kemudian mencari keberadaan mereka hingga menemukan para siswa di sekitar area MCK sekolah.

Pihak sekolah menduga para siswa sedang merokok. Dugaan itu, kata Rido, diperkuat dengan ditemukannya sejumlah puntung rokok di lokasi.

“Saat ketahuan, mereka semua lari dan salah satu murid dipegang Pak Andre lalu terjatuh. Mungkin saja ketika jatuh salah posisi dan kami langsung membawa ke klinik,” jelasnya.

Setelah kejadian, siswa tersebut langsung mendapatkan penanganan medis. Pihak sekolah kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Rido mengatakan pihak sekolah telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga siswa dan memastikan tidak lepas tangan terhadap kondisi korban.

“Kami dari pihak sekolah juga sudah minta maaf ke keluarganya. Kami pihak sekolah tidak lepas tangan,” katanya.

Hingga Rabu (5/8/2026), siswa tersebut masih menjalani perawatan. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, korban telah menjalani operasi pada bagian lengan di RSD Nganjuk.

Sementara itu, dugaan adanya tindakan fisik berupa pemitingan dan pembantingan masih belum dapat dipastikan secara independen. Pihak sekolah membantah adanya tindakan tersebut dan menyebut siswa terjatuh setelah tangannya dipegang saat berusaha meninggalkan lokasi. (Tim/Gik)

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS