NGANJUK, Suaracybernews.com – Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah warga di wilayah Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mendatangi lokasi kejadian pada Sabtu (26/9/2026) malam setelah menerima informasi mengenai kebakaran yang menimpa rumah milik warga berinisial KM.
Dalam kunjungan tersebut, Marhaen didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk Haris Djatmiko, Kepala Satpol PP beserta jajaran, serta unsur Forkopimcam Tanjunganom. Turut hadir Kapolsek, Camat, Danramil, Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memastikan kondisi pascakebakaran tetap aman dan terkendali.
Di lokasi, Bupati melihat langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan akibat kobaran api. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari area kandang sapi milik warga berinisial HM.
Saat melintas di sekitar lokasi, saksi melihat asap tebal disertai kobaran api. Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat hingga mengenai bangunan rumah. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran Warujayeng untuk dilakukan penanganan.
Dalam peristiwa itu, dua ekor sapi milik korban berhasil diselamatkan oleh warga. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Tidak hanya meninjau lokasi, Marhaen juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu proses pemulihan. Puing-puing bangunan yang terbakar akan dibersihkan secara gotong royong, dengan harapan kandang dan rumah korban dapat kembali dibangun.
“Kita gotong royong bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Mari kita bantu saudara kita yang sedang terkena musibah. Pemerintah akan bersama masyarakat dalam penanganan dan pemulihan,” ujar Marhaen.
Menurutnya, penanganan musibah membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah, masyarakat, lingkungan sekitar, organisasi sosial maupun berbagai elemen lainnya dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing agar warga terdampak segera kembali menjalani kehidupan secara normal.
Selain penanganan kerugian akibat kebakaran, perhatian juga diberikan terhadap seorang laki-laki yang disebut dalam laporan kepolisian memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Pria tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit umum untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis.
“Laki-laki yang diduga membakar itu kemungkinan besar seorang ODGJ. Karena itu kita bawa ke rumah sakit umum untuk mendapatkan penanganan,” jelas Marhaen.
Di akhir kunjungannya, Marhaen mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan situasi yang berpotensi menimbulkan bahaya.
“Mari kita jaga lingkungan di sekitar kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.





